Selasa, 09 November 2010
Senin, 08 November 2010
Minggu, 07 November 2010
Couple of tips for you
Pacaran adalah hal yang sering di lakukan oleh anak-anak muda. Apakah Anda pernah berpacaran,saya yakin sebagian dari paca pembaca pasti pernah berpacaran,ya kan? Terkadang di tengah perjalanan kita menghadapi yang namanya masalah yang membuat hubungan kita terganggu. Nah gimana sih caranya agar hubungan kita dengan si dia tetap awet dan langgeng,saya akan memberikan beberapi tips untuk Anda.
1. Jujur
Kalau memang ada yang kamu ga suka dari dia,kamu ngomong aja. Ga apa2 kok,dia juga pasti ngertiin kamu.
2. Jadilah Dirimu Sendiri
Menjadi diri sendiri itu perlu,wajib malah. Kamu ga perlu meniru gaya orang lain hanya karena dia.
3. Tulus
Cinta itu harus tulus. Bila kamu menolong dia,janganlah diungkit-ungkit.
4. Terbuka
Kamu ga perlu bohong sama dia. Misalakan ada hal yang malu kamu ceritakan ke dia,lalu kamu bohong. Jangan berbohong.
5. Kata “Maaf”
Maaf memang ada batasnya. Namun, ngga’ ada salahnya juga kamu selalu siapkan kata maaf. Namanya juga manusia. Pasti ada salah dan ngga’ sempurna. Kita sendiri kan ngga’ perfect.
6. Kejutan
Jangan segan kita memberi kejutan buat sidia. Misalnya, kita buatkan makanan kesukaannya atau bawakan sekotak coklat. Mmmmm … doi pasti tambah care sama kamu.
7. Selalu Perhatian
Perhatian ! Pasti Nngga’ perlu mengorbankan rupiah, tapi perhatian sekecil apapun berguna banget. Misalnya, doi sakit. Cek deh, sudah makan apa belum. Atau tengok sebentar saja, bagaimana dengan pelajaran dia yang tertinggal.
8. Dekat Keluarga
Awas ! Pacaran dengan doi, berarti kita juga wajib dekat dengan keluarganya. Minimal, kamu kenal dengan mereka. Sehingga, jika ada apa-apa, komunikasinya mudah. Kamu pun bisa mendapat dukungan dari mereka lho.
9. Ngga’ Posesif
Memang sih, ngga’ enak kalo’ ngeliat doi kita akrab dengan banyak orang. Tapi ngga’ perlu posesif, kamu selalu memantau dia ada dimana, bersama siapa, dan lagi ngapain. Wah, lama-lama bete juga lho, diawasi seperti pesakitan !
10. Hargai Privacy
Meskipun kita dan doi terbuka, ngga’ semua hal bisa dibicarakan berdua. Hargai juga privacy dia. Apa yang perlu kita ketahui dan apa yang sebaiknya jangan kita campur
1. Jujur
Kalau memang ada yang kamu ga suka dari dia,kamu ngomong aja. Ga apa2 kok,dia juga pasti ngertiin kamu.
2. Jadilah Dirimu Sendiri
Menjadi diri sendiri itu perlu,wajib malah. Kamu ga perlu meniru gaya orang lain hanya karena dia.
3. Tulus
Cinta itu harus tulus. Bila kamu menolong dia,janganlah diungkit-ungkit.
4. Terbuka
Kamu ga perlu bohong sama dia. Misalakan ada hal yang malu kamu ceritakan ke dia,lalu kamu bohong. Jangan berbohong.
5. Kata “Maaf”
Maaf memang ada batasnya. Namun, ngga’ ada salahnya juga kamu selalu siapkan kata maaf. Namanya juga manusia. Pasti ada salah dan ngga’ sempurna. Kita sendiri kan ngga’ perfect.
6. Kejutan
Jangan segan kita memberi kejutan buat sidia. Misalnya, kita buatkan makanan kesukaannya atau bawakan sekotak coklat. Mmmmm … doi pasti tambah care sama kamu.
7. Selalu Perhatian
Perhatian ! Pasti Nngga’ perlu mengorbankan rupiah, tapi perhatian sekecil apapun berguna banget. Misalnya, doi sakit. Cek deh, sudah makan apa belum. Atau tengok sebentar saja, bagaimana dengan pelajaran dia yang tertinggal.
8. Dekat Keluarga
Awas ! Pacaran dengan doi, berarti kita juga wajib dekat dengan keluarganya. Minimal, kamu kenal dengan mereka. Sehingga, jika ada apa-apa, komunikasinya mudah. Kamu pun bisa mendapat dukungan dari mereka lho.
9. Ngga’ Posesif
Memang sih, ngga’ enak kalo’ ngeliat doi kita akrab dengan banyak orang. Tapi ngga’ perlu posesif, kamu selalu memantau dia ada dimana, bersama siapa, dan lagi ngapain. Wah, lama-lama bete juga lho, diawasi seperti pesakitan !
10. Hargai Privacy
Meskipun kita dan doi terbuka, ngga’ semua hal bisa dibicarakan berdua. Hargai juga privacy dia. Apa yang perlu kita ketahui dan apa yang sebaiknya jangan kita campur
How we must roll in this life
Dikisahkan, di sebuah keluarga besar, ada sepasang kakek yang tampak serasi dan selalu harmonis satu sama lain. Suatu hari, saat berkumpul bersama, para cucu bertanya mendatangi mereka berdua.
“Kakek, nenek...., tolong beritahu kepada kami resep akur dan cara mempertahankan cinta selama ini, agar kami yang masih muda ini bisa belajar,” kata seorang cucu.
Mendengar itu, sesaat kakek dan nenek beradu pandang sambil saling melempar senyuman mengasihi yang begitu kentara menyelimuti di antara mereka. “Aha, nenek yang akan bercerita dan menjawab pertanyaan kalian,” kata kakek.
Sambil menerawang ke masa lalu, nenek pun memulai. “Ini pengalaman kakek dan nenek yang tak mungkin terlupakan dan rasanya perlu kalian dengar dengan baik”.
“Suatu hari, kami berdua terlibat obrolan tentang sebuah artikel di majalah yang berjudul ‘Bagaimana Memperkuat Tali Pernikahan’. Di situ dituliskan, masing-masing dari kita sebaiknya mencatat hal-hal yang kurang disukai dari pasangan kita. Kemudian, dibahas cara untuk mengubahnya agar ikatan tali pernikahan bisa lebih kuat dan bahagia. Nah, malam itu, kami sepakat berpisah kamar dan mencatat apa saja yang tidak disukai.
Esoknya, selesai sarapan, Nenek memulai lebih dulu membacakan daftar ‘dosa’ kakekmu sepanjang kurang-lebih tiga halaman. Pikir-pikir, ternyata banyak juga ya dan herannya lagi, segitu banyak yang tidak disukai tetapi tetap saja kakek kalian menjadi suami tercinta nenekmu ini,” kata nenek sambil tertawa sekaligus mata tuanya tampak berkaca-kaca mengenang kembali saat itu.
Lalu lanjut nenek, “Nenek membacanya hingga selesai dan kelelahan! Dan Sekarang giliran kakekmu yang lanjut bercerita”.
Dengan suara perlahan,si kakek meneruskan, “Pagi itu, kakek membawa kertas juga, tetap kosong. Kakek tidak mencatat sesuatu pun di kertas itu. Kakek merasa nenekmu adalah wanita yang kakek cintai apa adanya, kakek tidak ingin mengubahnya sedikit pun. Nenekmu cantik, baik hati, dan mau menikahi kakekmu ini, itu sudah lebih dari cukup bagi kakek.”
Nenek segera melanjutkan, “Nenek sungguh sangat tersentuh oleh pernyataan kakekmu itu sehingga sejak saat itu, tidak ada masalah atau sesuatu apapun yang cukup besar yang dapat menyebabkan kami bertengkar dan mengurangi perasaan cinta kami berdua”.
Sering kali di kehidupan ini, kita lebih banyak menghabiskan waktu dan energi untuk memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan, dan yang menyakitkan. Pada hal, pada saat yang sama kita pun sebenarnya punya kemampuan untuk bisa menemukan banyak hal indah di sekeliling kita.
Saya yakin dan percaya, kita akan menjadi manusia yang berbahagia jika kita mampu berbuat, melihat dan bersyukur atas hal-hal baik di kehidupan ini. Juga, senantiasa mencoba untuk melupakan yang buruk yang pernah terjadi. Dengan demikian, hidup kita bisa dipenuhi dengan keindahan, pengharapan, dan kedamaian.
“Kakek, nenek...., tolong beritahu kepada kami resep akur dan cara mempertahankan cinta selama ini, agar kami yang masih muda ini bisa belajar,” kata seorang cucu.
Mendengar itu, sesaat kakek dan nenek beradu pandang sambil saling melempar senyuman mengasihi yang begitu kentara menyelimuti di antara mereka. “Aha, nenek yang akan bercerita dan menjawab pertanyaan kalian,” kata kakek.
Sambil menerawang ke masa lalu, nenek pun memulai. “Ini pengalaman kakek dan nenek yang tak mungkin terlupakan dan rasanya perlu kalian dengar dengan baik”.
“Suatu hari, kami berdua terlibat obrolan tentang sebuah artikel di majalah yang berjudul ‘Bagaimana Memperkuat Tali Pernikahan’. Di situ dituliskan, masing-masing dari kita sebaiknya mencatat hal-hal yang kurang disukai dari pasangan kita. Kemudian, dibahas cara untuk mengubahnya agar ikatan tali pernikahan bisa lebih kuat dan bahagia. Nah, malam itu, kami sepakat berpisah kamar dan mencatat apa saja yang tidak disukai.
Esoknya, selesai sarapan, Nenek memulai lebih dulu membacakan daftar ‘dosa’ kakekmu sepanjang kurang-lebih tiga halaman. Pikir-pikir, ternyata banyak juga ya dan herannya lagi, segitu banyak yang tidak disukai tetapi tetap saja kakek kalian menjadi suami tercinta nenekmu ini,” kata nenek sambil tertawa sekaligus mata tuanya tampak berkaca-kaca mengenang kembali saat itu.
Lalu lanjut nenek, “Nenek membacanya hingga selesai dan kelelahan! Dan Sekarang giliran kakekmu yang lanjut bercerita”.
Dengan suara perlahan,si kakek meneruskan, “Pagi itu, kakek membawa kertas juga, tetap kosong. Kakek tidak mencatat sesuatu pun di kertas itu. Kakek merasa nenekmu adalah wanita yang kakek cintai apa adanya, kakek tidak ingin mengubahnya sedikit pun. Nenekmu cantik, baik hati, dan mau menikahi kakekmu ini, itu sudah lebih dari cukup bagi kakek.”
Nenek segera melanjutkan, “Nenek sungguh sangat tersentuh oleh pernyataan kakekmu itu sehingga sejak saat itu, tidak ada masalah atau sesuatu apapun yang cukup besar yang dapat menyebabkan kami bertengkar dan mengurangi perasaan cinta kami berdua”.
Sering kali di kehidupan ini, kita lebih banyak menghabiskan waktu dan energi untuk memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan, dan yang menyakitkan. Pada hal, pada saat yang sama kita pun sebenarnya punya kemampuan untuk bisa menemukan banyak hal indah di sekeliling kita.
Saya yakin dan percaya, kita akan menjadi manusia yang berbahagia jika kita mampu berbuat, melihat dan bersyukur atas hal-hal baik di kehidupan ini. Juga, senantiasa mencoba untuk melupakan yang buruk yang pernah terjadi. Dengan demikian, hidup kita bisa dipenuhi dengan keindahan, pengharapan, dan kedamaian.
Mana yang penting?
"ibuku selalu bertanya padaku, apa bagian tubuh yang paling penting, bertahun tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar. Ketika aku muda, aku pikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia, jadi aku jawab " Telinga bu". tapi ternyata itu bukan jawabannya.
"bukan itu nak, banyak orang yang tuli, tapi, teruslah memikirkannya dan aku akan menanyakannya lagi".
beberapa tahun kemudian, aku menciba menjawab, sebelum dia bertanya padaku lagi. sejak jawaban pertama, kini aku yakin jawabn kali ini pasti benar, jadi kali ini aku memberitahukannyam "bu, penglihatan sangat penting bagi semua orang, jadi pastilah mata kita".
Dia memandang dan berkata, " kamu belajar dengan cepat, tapi jawabanmu masih salah karena banyak orang yang buta".
gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawaban baru dan dari tahun ke tahun, ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawaban ku selalu salah, ibu selalu menjawab, "bukan, tapi kamu makin pandai dari tahun ke tahun anakku".
akhir tahun lalu, kakekku meninggal, semua keluarga sedih, semua menangis. bahkan ayahku menangis, aku sangat ingat itu karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya menangis. ibuku memandanku ketiba tiba giliranku mengucapkan selamat tinggal ke kakek.
dia bertany padaku, " apakah kamu sudah tau apa bagian tubuh yang paling penting?'.
aku terkejut ketika ibu bertanya pada saat seperti innim aku serig berpikir, ini hanyalah permainan antara ibu dan aku.
ibu melihat kebingungan di wajahku dan, memberitahuku, "pertanyaan ini penting, ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar benar "hidup". untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu berkata kamu slaah dan aku memberutahukan kamu kenapa. tapi, hari ini adalah hari dimana kamu harus mendapatkan pelajaran yang
penting.
dia memandangku dengan wajah keibuaan, aku melihat matanya penuh air, dia berkata "sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah bahumu".
aku bertanya. " apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?"
ibu membalas, "bukan tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangi ketika mereka menangis. kadang kadang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis. aku cuma berharap kamu punya cukup kasih sayang dan teman teman agar kamu selalu punya bahu untuk menangis, kapan pun kamu membutuhkannnya.
akhirnya aku tau, bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendri, tapi simpati terhadap penderitaan yang dialami oleh orang lain, orang akan melupakan apa yang kamu lakuakan, tapi yidak akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti
"bukan itu nak, banyak orang yang tuli, tapi, teruslah memikirkannya dan aku akan menanyakannya lagi".
beberapa tahun kemudian, aku menciba menjawab, sebelum dia bertanya padaku lagi. sejak jawaban pertama, kini aku yakin jawabn kali ini pasti benar, jadi kali ini aku memberitahukannyam "bu, penglihatan sangat penting bagi semua orang, jadi pastilah mata kita".
Dia memandang dan berkata, " kamu belajar dengan cepat, tapi jawabanmu masih salah karena banyak orang yang buta".
gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawaban baru dan dari tahun ke tahun, ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawaban ku selalu salah, ibu selalu menjawab, "bukan, tapi kamu makin pandai dari tahun ke tahun anakku".
akhir tahun lalu, kakekku meninggal, semua keluarga sedih, semua menangis. bahkan ayahku menangis, aku sangat ingat itu karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya menangis. ibuku memandanku ketiba tiba giliranku mengucapkan selamat tinggal ke kakek.
dia bertany padaku, " apakah kamu sudah tau apa bagian tubuh yang paling penting?'.
aku terkejut ketika ibu bertanya pada saat seperti innim aku serig berpikir, ini hanyalah permainan antara ibu dan aku.
ibu melihat kebingungan di wajahku dan, memberitahuku, "pertanyaan ini penting, ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar benar "hidup". untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu berkata kamu slaah dan aku memberutahukan kamu kenapa. tapi, hari ini adalah hari dimana kamu harus mendapatkan pelajaran yang
penting.
dia memandangku dengan wajah keibuaan, aku melihat matanya penuh air, dia berkata "sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah bahumu".
aku bertanya. " apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?"
ibu membalas, "bukan tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangi ketika mereka menangis. kadang kadang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis. aku cuma berharap kamu punya cukup kasih sayang dan teman teman agar kamu selalu punya bahu untuk menangis, kapan pun kamu membutuhkannnya.
akhirnya aku tau, bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendri, tapi simpati terhadap penderitaan yang dialami oleh orang lain, orang akan melupakan apa yang kamu lakuakan, tapi yidak akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti
Langganan:
Postingan (Atom)

