Senin, 08 November 2010

Just called life


Fadli (Vocal) Richard (Guitar) Dony (Bass) Rifqi (Drum)
I present to you,the next rising star
STEREOCASE!!!!

Minggu, 07 November 2010

Couple of tips for you

Pacaran adalah hal yang sering di lakukan oleh anak-anak muda. Apakah Anda pernah berpacaran,saya yakin sebagian dari paca pembaca pasti pernah berpacaran,ya kan? Terkadang di tengah perjalanan kita menghadapi yang namanya masalah yang membuat hubungan kita terganggu. Nah gimana sih caranya agar hubungan kita dengan si dia tetap awet dan langgeng,saya akan memberikan beberapi tips untuk Anda.

1. Jujur
Kalau memang ada yang kamu ga suka dari dia,kamu ngomong aja. Ga apa2 kok,dia juga pasti ngertiin kamu.

2. Jadilah Dirimu Sendiri
Menjadi diri sendiri itu perlu,wajib malah. Kamu ga perlu meniru gaya orang lain hanya karena dia.

3. Tulus
Cinta itu harus tulus. Bila kamu menolong dia,janganlah diungkit-ungkit.

4. Terbuka
Kamu ga perlu bohong sama dia. Misalakan ada hal yang malu kamu ceritakan ke dia,lalu kamu bohong. Jangan berbohong.

5. Kata “Maaf”
Maaf memang ada batasnya. Namun, ngga’ ada salahnya juga kamu selalu siapkan kata maaf. Namanya juga manusia. Pasti ada salah dan ngga’ sempurna. Kita sendiri kan ngga’ perfect.

6. Kejutan
Jangan segan kita memberi kejutan buat sidia. Misalnya, kita buatkan makanan kesukaannya atau bawakan sekotak coklat. Mmmmm … doi pasti tambah care sama kamu.

7. Selalu Perhatian
Perhatian ! Pasti Nngga’ perlu mengorbankan rupiah, tapi perhatian sekecil apapun berguna banget. Misalnya, doi sakit. Cek deh, sudah makan apa belum. Atau tengok sebentar saja, bagaimana dengan pelajaran dia yang tertinggal.

8. Dekat Keluarga
Awas ! Pacaran dengan doi, berarti kita juga wajib dekat dengan keluarganya. Minimal, kamu kenal dengan mereka. Sehingga, jika ada apa-apa, komunikasinya mudah. Kamu pun bisa mendapat dukungan dari mereka lho.

9. Ngga’ Posesif
Memang sih, ngga’ enak kalo’ ngeliat doi kita akrab dengan banyak orang. Tapi ngga’ perlu posesif, kamu selalu memantau dia ada dimana, bersama siapa, dan lagi ngapain. Wah, lama-lama bete juga lho, diawasi seperti pesakitan !

10. Hargai Privacy
Meskipun kita dan doi terbuka, ngga’ semua hal bisa dibicarakan berdua. Hargai juga privacy dia. Apa yang perlu kita ketahui dan apa yang sebaiknya jangan kita campur

How we must roll in this life

Dikisahkan, di sebuah keluarga besar, ada sepasang kakek yang tampak serasi dan selalu harmonis satu sama lain. Suatu hari, saat berkumpul bersama, para cucu bertanya mendatangi mereka berdua.

“Kakek, nenek...., tolong beritahu kepada kami resep akur dan cara mempertahankan cinta selama ini, agar kami yang masih muda ini bisa belajar,” kata seorang cucu.

Mendengar itu, sesaat kakek dan nenek beradu pandang sambil saling melempar senyuman mengasihi yang begitu kentara menyelimuti di antara mereka. “Aha, nenek yang akan bercerita dan menjawab pertanyaan kalian,” kata kakek.

Sambil menerawang ke masa lalu, nenek pun memulai. “Ini pengalaman kakek dan nenek yang tak mungkin terlupakan dan rasanya perlu kalian dengar dengan baik”.

“Suatu hari, kami berdua terlibat obrolan tentang sebuah artikel di majalah yang berjudul ‘Bagaimana Memperkuat Tali Pernikahan’. Di situ dituliskan, masing-masing dari kita sebaiknya mencatat hal-hal yang kurang disukai dari pasangan kita. Kemudian, dibahas cara untuk mengubahnya agar ikatan tali pernikahan bisa lebih kuat dan bahagia. Nah, malam itu, kami sepakat berpisah kamar dan mencatat apa saja yang tidak disukai.

Esoknya, selesai sarapan, Nenek memulai lebih dulu membacakan daftar ‘dosa’ kakekmu sepanjang kurang-lebih tiga halaman. Pikir-pikir, ternyata banyak juga ya dan herannya lagi, segitu banyak yang tidak disukai tetapi tetap saja kakek kalian menjadi suami tercinta nenekmu ini,” kata nenek sambil tertawa sekaligus mata tuanya tampak berkaca-kaca mengenang kembali saat itu.

Lalu lanjut nenek, “Nenek membacanya hingga selesai dan kelelahan! Dan Sekarang giliran kakekmu yang lanjut bercerita”.

Dengan suara perlahan,si kakek meneruskan, “Pagi itu, kakek membawa kertas juga, tetap kosong. Kakek tidak mencatat sesuatu pun di kertas itu. Kakek merasa nenekmu adalah wanita yang kakek cintai apa adanya, kakek tidak ingin mengubahnya sedikit pun. Nenekmu cantik, baik hati, dan mau menikahi kakekmu ini, itu sudah lebih dari cukup bagi kakek.”

Nenek segera melanjutkan, “Nenek sungguh sangat tersentuh oleh pernyataan kakekmu itu sehingga sejak saat itu, tidak ada masalah atau sesuatu apapun yang cukup besar yang dapat menyebabkan kami bertengkar dan mengurangi perasaan cinta kami berdua”.



Sering kali di kehidupan ini, kita lebih banyak menghabiskan waktu dan energi untuk memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan, dan yang menyakitkan. Pada hal, pada saat yang sama kita pun sebenarnya punya kemampuan untuk bisa menemukan banyak hal indah di sekeliling kita.

Saya yakin dan percaya, kita akan menjadi manusia yang berbahagia jika kita mampu berbuat, melihat dan bersyukur atas hal-hal baik di kehidupan ini. Juga, senantiasa mencoba untuk melupakan yang buruk yang pernah terjadi. Dengan demikian, hidup kita bisa dipenuhi dengan keindahan, pengharapan, dan kedamaian.

Mana yang penting?

"ibuku selalu bertanya padaku, apa bagian tubuh yang paling penting, bertahun tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar. Ketika aku muda, aku pikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia, jadi aku jawab " Telinga bu". tapi ternyata itu bukan jawabannya.

"bukan itu nak, banyak orang yang tuli, tapi, teruslah memikirkannya dan aku akan menanyakannya lagi".

beberapa tahun kemudian, aku menciba menjawab, sebelum dia bertanya padaku lagi. sejak jawaban pertama, kini aku yakin jawabn kali ini pasti benar, jadi kali ini aku memberitahukannyam "bu, penglihatan sangat penting bagi semua orang, jadi pastilah mata kita".

Dia memandang dan berkata, " kamu belajar dengan cepat, tapi jawabanmu masih salah karena banyak orang yang buta".

gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawaban baru dan dari tahun ke tahun, ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawaban ku selalu salah, ibu selalu menjawab, "bukan, tapi kamu makin pandai dari tahun ke tahun anakku".

akhir tahun lalu, kakekku meninggal, semua keluarga sedih, semua menangis. bahkan ayahku menangis, aku sangat ingat itu karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya menangis. ibuku memandanku ketiba tiba giliranku mengucapkan selamat tinggal ke kakek.

dia bertany padaku, " apakah kamu sudah tau apa bagian tubuh yang paling penting?'.

aku terkejut ketika ibu bertanya pada saat seperti innim aku serig berpikir, ini hanyalah permainan antara ibu dan aku.

ibu melihat kebingungan di wajahku dan, memberitahuku, "pertanyaan ini penting, ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar benar "hidup". untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu berkata kamu slaah dan aku memberutahukan kamu kenapa. tapi, hari ini adalah hari dimana kamu harus mendapatkan pelajaran yang
penting.

dia memandangku dengan wajah keibuaan, aku melihat matanya penuh air, dia berkata "sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah bahumu".

aku bertanya. " apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?"

ibu membalas, "bukan tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangi ketika mereka menangis. kadang kadang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis. aku cuma berharap kamu punya cukup kasih sayang dan teman teman agar kamu selalu punya bahu untuk menangis, kapan pun kamu membutuhkannnya.

akhirnya aku tau, bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendri, tapi simpati terhadap penderitaan yang dialami oleh orang lain, orang akan melupakan apa yang kamu lakuakan, tapi yidak akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti

Harapan itu selalu ada

Setiap orang pasti pernah dilanda suatu problema. Ada yang berhasil menghadapi dan menyelesaikan problemanya dengan sukses; dan ada juga orang yang gagal menyelesaikan problemanya dan menjadi kesulitan. Tak jarang orang yang gagal ini akan menjadi frustrasi dan kehilangan semangat juangnya lagi, bahkan semangat hidupnya.

Mengapa demikian? Pastinya ini disebabkan karena kepercayaan mereka bahwa mereka telah gagal, dan tidak ada harapan lagi untuk merubah semuanya menjadi lebih baik. Dan kalo sudah begini, akan timbul frustrasi yang apabila akut, penyelesaian masalah dilakukan dengan cara menghabisi nyawanya. Hmmm, ini tidak benar. Ini merupakan jalan pintas yang salah (jadi jangan pernah ditiru ya ).

Memang betapa berat memikul masalah yang sangat susah untuk diselesaikan. Saat kesulitan semakin menjadi-jadi, kita selalu berharap datangnya kemudahan. Saat air mata semakin deras mengalir, yakinlah akan ada saatnya senyumankan mengantikannya. Saat malam semakin gelap, fajar pasti akan segera datang menjelang. Dan bila tiba saatnya, kesulitan, kepahitan, kepedihan , kesulitan akan segera pergi dan kemudahan akan segera datang.

Yakinlah harapan itu akan selalu ada, selama kita mau berusaha selalu ada asa didalamnya. Jangan biarkan kepedihan dan kesulitan membunuh kita perlahan-lahan, bahkan membuat kita berani membunuh diri kita, yakinkan diri bahwa asa akan selalu ada, karna kitalah yang menciptakan harapan. Tugas kita adalah berusaha, dan biarkan Tuhan yang menentukan. Saat kita sudah berusaha dengan baik, yakinlah Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk kita. Apapun yang terjadi dalam hidup kita yakinlah selalu ada harapan.

This is classic

pemenang selalu jadi bagian dari jawaban;
pecundang selalu jadi bagian dari masalah.

pemenang selalu punya program;
pecundang selalu punya kambing hitam.

pemenang selalu berkata, “Biarkan saya yang mengerjakannya untuk Anda”;
pecundang selalu berkata, “Itu bukan pekerjaan saya”;

Pemenang selalu melihat jawab dalam setiap masalah;
pecundang selalu melihat masalah dalam setiap jawaban.

Pemenang selalu berkata, “itu memang sulit, tapi kemungkinan bisa”;
Pecundang selalu berkata, “Itu mungkin bisa, tapi terlalu sulit”.

Saat pemenang melakukan kesalahan, dia berkata, “saya salah”;
saat pecundang melakukan kesalahan, dia berkata, “itu bukan salah saya”.

Pemenang membuat komitmen-komitmen;
Pecundang membuat janji-janji.

Pemenang mempunyai impian-impian;
Pecundang punya tipu muslihat.

Pemenang berkata, “Saya harus melakukan sesuatu”;
Pecundang berkata, “Harus ada yang dilakukan”.

Pemenang adalah bagian dari sebuah tim;
Pecundang melepaskan diri dari tim.

Pemenang melihat keuntungan;
Pecundang melihat kesusahan.

Pemenang melihat kemungkinan-kemungkinan;
Pecundang melihat permasalahan.

Pemenang percaya pada menang-menang (win-win);
Pecundang percaya, mereka yang harus menang dan orang lain harus kalah.

Pemenang melihat potensi;
Pecundang melihat yang sudah lewat.

Pemenang seperti thermostat;
Pecundang seperti thermometer.

Pemenang memilih apa yang mereka katakan;
Pecundang mengatakan apa yang mereka pilih.

Pemenang menggunakan argumentasi keras dengan kata2 yang lembut;
Pecundang menggunakan argumentasi lunak dengan kata2 yang keras.

Pemenang selalu berpegang teguh pada nilai2 tapi bersedia berkompromi pada hal2 remeh;
Pecundang berkeras pada hal2 remeh tapi mengkompromikan nilai2.

Pemenang menganut filosofi empati, “Jangan berbuat pada orang lain apa yang Anda tidak ingin orang lain perbuat pada Anda”;
Pecundang menganut filosofi, “Lakukan pada orang lain sebelum mereka melakukannya pada Anda”.

Pemenang membuat sesuatu terjadi;
Pecundang membiarkan sesuatu terjadi.

Para Pemenang selalu berencana dan mempersiapkan diri, lalu memulai tindakan untuk menang…
Para pecundang hanya berencana dan berharap ia akan menang …

Bahagia?

Bahagia adalah idaman setiap insan di dunia ini, teringat perumpamaan Bpk.Mario Teguh arti dari bahagia ( maaf yah kallo gak persis sama ceritanya)

'' ada seorang petani dia bersama istrinya melihat temannya yang mengendrai sepeda motor dia berkata ame istrinya'' duh bahagianya di punya motor bisa kemana-mana'' kemudaina yang sedang mengendarai motor di melihat temannya yang mengendarai mobil BMW tepat di depannya dia berakata'' duh bahagia yah dia pake mobil udah adem gak kehujanan lagi ame panas nya matahari'' kemudian yang mengendarai mobil BMW tadi melihat pak petani sama istrinya mesra bekerja di sawah dia berkata'' waduh bahagia itu petani selalu didampingi istri dalam bekerja beda sama saya yang sibuk dengan pekerjaan yang selalu meninggalkan istri tercinta''

kita ambil point dari cerita diatas dimana sebenarnya letak bahagia itu?